Selasa, 13 Januari 2009

semarak tahun baru di cirebon

Sambil membawa terompet temen-temen berjoged riang menyambut tahun baru 2009. Suasana lebih hidup lagi karena teman lain pun ikut bergabung. Puncaknya, semua orang sama-sama berhitung mundur sampai hitungan satu. Gemuruh suara terompet seketika membahana pertanda memasuki tahun baru harapan baru.
“Kita sama-sama berdoa dan berharap semoga di tahun 2009 ini kita semua lebih sukses dari tahun kemarin. Krisis global yang tengah melanda Negara kita semoga bisa kita hadapi sehingga mampu melewatinya dengan mulus.

welcome 2009

Harapan Di Tahun Baru 2009

Tahun 2008 sebentar lagi berlalu, tahun 2009 sudah menunggu giliran. Nanti malam tepat 24.00 WIB akan banyak perayaan, dari yang sangat spiritual sampai yang hingar-bingar. Ada yang merayakan dengan refleksi, ada pula yang dengan hiburan –mumpung ketemu keluarga. Semua orang ikut merayakannya, walau pun sekedar melalui televisi.

Atau, dengan tidur sejak sore. Bukankah tidur juga merupakan perayaan tahun baru? Mereka tidur, karena tak tahan lagi dengan kejadian-kejadian di tahun 2008 dan ingin segera mengejar impian dan harapan di tahun 2009. Mereka yang cuek dengan pergantian tahun, sejatinya juga merayakannya dengan kecuekan. Ya, tahun 2008 akan berlalu, berganti dengan tahun baru 2009.

Pergantian tahun pasti terjadi, karena penanggalan memang sudah dibuat sedemikian sejak dulu. Hingga akhirnya menjadi keniscayaan, dan diamini semua orang, dan dirayakan setiap orang. Hanya mereka yang mau refleksi saja yang bisa memaknai pergantian tahun lama ke tahun baru. Hanya mereka yang punya impian, obsesi, cita-cita di tahun berikutnya, yang akan mampu memaknai tahun baru.

Tapi, mereka yang tidak mau dan tidak bisa refleksi terhadap tahun lama, dan tak punya impian dan harapan di tahun yang baru, sejatinya juga mampu memaknai pergantian tahun. Setidaknya memaknai bahwa tahun baru dan tahun lama itu sama saja: tetap saja menjadi orang susah, tetap saja sulit membeli minyak tanah, tetap saja hasil panen tidak sebanding dengan biaya produksinya, tetap saja kesulitan mencari pacar (ha ha hha)..

Tahun lama akan segera berlalu, berganti tahun baru. “Semoga saja nanti malam gak hujan,” seorang tetangga berdoa, ketika tadi pagi ngrumpi di depan rumah saya. Tidak hujan? Memangnya kenapa kalau nanti malam hujan? Bukankah ini musim hujan? Mungkin dia punya rencana, dan berharap musim hujan gak berlaku dalam malam pergantian tahun….

Seorang tetangga lagi berharap, juga tadi pagi di halaman rumah saya di waktu yang sama. “Semoga tahun baru gak susah mencari minyak tanah”. Betapa sederhana doanya, ingin tidak susah mencari minyak tanah, di pergantian tahun. Saya tercenung mendengarnya, dan tak bisa berkata apa-apa. Sampai akhirnya saya menulis ini…

My Profile

Aku adalah Orang yang selalu optimis, memandang masalah tidak dari satu sisi. karena hidup harus selalu optimis